Suku bunga nominal adalah suku bunga yang biasa kita lihat atau bank atau media cetak. Misalnya perusahaan meminjam uang dari bank sebesar $100.000 selama setahun pada suku bunga nominal 10%, maka pada akhir tahun perusahaan harus mengembalikan pinjaman tersebut sebesar : $110.000 (yaitu $100.000 x 10%).
Suku bunga nominal cenderung naik seiring dengan angka inflasi. Jika, misalnya, bank memberlakukan suku bunga 10% pada ekspektasi inflasi selama satu tahun ke depan adalah 0%, maka bank mungkin akan memberlakukan suku bunga 13% jika ekspektasi inflasinya adalah 3%.

Sebagai contoh, pembayaran selama satu tahun dapat dibagi menjadi empat kali tiga bulanan dengan tingkat suku bunga 3% per tiga bulan. Sama halnya jika dikatakan 12% dibayarkan per tiga bulan dalam satu tahunnya. Biasanya, tingkat suku bunga itu dikatakan sebagai “12% yang bersusun setiap 3 bulan”. Apabila dinyatakan dengan cara tersebut, maka tingkat suku bunga 12% disebut tingkat suku bunga nominal dan dinyatakan dengan notasi r.

Contoh :
1. Nilai mendatang untuk pinjaman sebesar Rp 10.000,- pada akhir tahun pertama
dengan tingkat suku bunga 12% yang bersusun setiap tiga bulan adalah:
F4 = 10.000(1+0.03)4 = 11.255,0881
Apabila disepakati untuk menggunakan tingkat suku bunga 12% yang dibayarkan hanya sekali di akhir tahun, maka:
F1 = 10.000(1+0.12)1 = 11.200
Pembayaran bunga yang dilakukan lebih dari sekali dalam satu tahun mengakibatkan nilai di akhir tahun lebih besar dibandingkan dengan jika bunga hanya dibayarkan sekali dalam satu tahun

Tingkat suku bunga biasanya ditetapkan secara tahunan. Penggunaan perjanjian-perjanjian yang dibuat memungkinkan tingkat suku bunga untuk diatur secara khusus sehingga bunga dapat dibayarkan beberapa kali dalam satu tahun. Misalnya, per bulan, per tiga bulan, per enam bulan, & sebagainya.

Rumus suku bunga nominal :

Rumus

dimana
r = suku bunga nominal tahunan
i = suku bunga nominal per periode
M = jumlah periode majemuk per satu tahun

Contoh ( bunga nominal) :
2. Apabila suku bunga nominal per tahun adalah 20%, yang mana dalam satu tahun
terdiri dari 4 kuartal.
A. Berapakah besarnya suku bunga nominal untuk setiap bunga kuartal
B. Berapa pula suku bunga efektif per tahunnya?

Jawab :
A. Berapakah besarnya suku bunga nominal untuk setiap bunga kuartal
Dik : • r = 20%
• M = 4
• i = r / M = 20% / 4 = 5% per kuartal

B. Berapa pula suku bunga efektif per tahunnya?
Jwb : Ieff = (1 + i)M -1
= (1 + 0,05)4 – 1
= 0,2155 atau 21,55% per tahun

ATAU
Ieff = (1 + r/M)M -1
= (1 + 0,20/4)4 – 1
= 0,2155 atau 21,55%/tahun